Rabu, 08 Juli 2020

PRES RELEASE OPENING (PRA) TRAINING FOR EDUCATION REFORMERS (TER) 2020

Nama : Dwi Prantara
Kelompok : 2
PVSK/FT 2017

Adapun opening TER kali ini bertema "Peran Literasi Saat Pandemi COVID-19" yang dibawakan oleh bang Miqdad Ramadhan selaku Kapten Eduwa Garda 7 dan Ketua BEM UNJ 2017 via Zoom Meeting yang berlangsung PRA TER pada Minggu, 5 Juli 2020 pukul 13.00-15.30.



Adapun rangkaian acara sebagai berikut:
1. Pembukaan oleh MC, yaitu: Bang Dimas Panji Asmara dan Bang Ahmad Faturohman
2. Selanjutnya pembacaan tilawah oleh salah satu peserta yaitu : Ilham Maulana
3. Sambutan oleh ketua pelaksana TER 2020 yaitu : Kak Ahmad Tohir
4. Sambutan oleh Ketua BEM UNJ 2020 yaitu Kak Remy Hestian
5. Selanjutnya pengenalan jargon eduwa "mendidik,menata,peradaban" oleh MC dan diikuti seluruh peserta
6. Sesi diskusi atau opini terkait PJJ oleh perwakilan peserta TER 2020
7. Selanjutnya Materi oleh bang Miqdad Ramadhan yang dimoderatori oleh Bang Ahmad Faturohman.
8. Sesi tanya-jawab terkait materi.
9. Sosialisasi penugasan oleh kak Yuri Suryarismawan
10. Foto bersama(Via Zoom Meeting) oleh Sie HPD
11.Pembacaan doa oleh Kak M. Dzulqarnain
11. Penutupan oleh MC

RANGKUMAN MATERI :


1.Literasi adalah Nafas
Hal ini disebut ka Miqdad karena menurut beliau literasi bisa dianalogikan sebagai sebuah kegiatan yang sama frekuensinya dengan nafas, selalu. Maka dari itu literasi sendiri penting bagi kehidupan kita walaupun saat ini aktivitas dirumah ataupun dikeadaan pandemi saat ini. Ia mengatakan bahwa ia merasa lebih hidup ketika membaca maka dari itu ia analogikan dengan nafas

2. Literasi Bagi Saya lebih dari Sekedar Membaca Menulis.
Menurut bang miqdad literasi menghidupkan imajinasi pikiran kita ketika membaca. Dan Bang Miqdad sendiri concern terkait tragedi "nol buku" keadaan ketika anak anak Indonesia bahkan tidak menamatkan satu buku pun selama setahun. Beliau pun mengkaitkan dengam salah satu peribahasa minang yaitu "Alam tak kambang menjadi gurun"

3. Value: Dengan membaca kau akan menemukan dirimu.
Bang Miqdad menyebutkan bahwa dengan membaca maka kita akan menjelajahi diri sendiri dengan berbagai referensi. Bahkan ketika suntuk dengan kehidupan literasi menjadi bentuk pelarian diri terhadap dunia nyata.
Bang Miqdad mengkaitkan dengan sejarah yaitu terbentuknya Sekolah Stovia saat jaman Belanda kendala penyakit endemik dan dari situ lah lahirnya Budi Utomo sebagai salah satu bentuk adanya literasi ( yang mana disini yaitu pendidikan) menjadi salah satu bentuk menemukan jati diri. Bang Miqdad pun mengkaitkan dengan beragam buku yang ia baca misalnya karya Buya Hamka dan Tereliye (Anak Nusantara)
Bang Miqdad menyebutkan bahwa ketika membaca ataupun menulis menghidupkan nurani dan jiwa sehingga lebih beragam karena ketika membaca disitulah imajinasi kita bermain, bahkan terkadang imajinasi seseorang terkait buku yang dibaca akan jauh lebih luar biasa dibanding setelah divisualisasikan lewat film, contoh: Harry Potter, Tenggelamnya Kapal VanDer Wichk, Ayat-Ayat Cinta dan lain lain
Contoh:
-Novel Orang-orang biasa oleh Andrea Hirata. Pada buku ini menceritakan tentang 10 orang terbelakang disekolah yang hidup biasa biasa saja, namun 1 dari mereka berkesempatan sekolah di Fakultas Kedokteran Gigi Universitas ternama namun karena memiliki kendala biaya yang membuat ke 10 anak ini mencari cara untuk mencari uang.
-Ayahku (Bukan) Pembohong
Buku ini menceritakan tentang seorang ayah yang menceritakan berbagai kisah orang hebat hal yang paling tidak masuk akal adalah cerita ayah tentang kaum pengendali angin, anak tersebut menganggap ayahnya berbohong dari ia kecil karena menceritakan hal-hal aneh. Namun dihari kematian ayahnya semua tokoh dicerita ayahnya pun hadir dipemakaman hingga ketika ia melihat ke langit, ia menemukan manusia diatas.

4. Orang yang banyak ilmu akan semakin banyak diam dan akan semakin merasa bodoh
Bang Miqdad mengutip dari karya Andrea Hirata yang intinya adalah Hari yang paling luar biasa, hari uang palinh bahagia, Adalah hari dimana mengetahui untuk apa tujuan hidup. Maka dari itu Beliau juga mengkaitkan dengan buku yang ia baca bahwa terkadang kita hanya perlu menikmari proses karena pada akhirnya semua masalah hidup akan menemukan jawaban dari diri sendiri. Lalu beliau berkata biasanya mereka yang berilmu akan jauh lebih menganalisis segala aspek sehingga takut berbicara jika ilmu yang ia miliki kurang maka dari itu cenderung diam bahkan merasa bodoh. Terkadang banuak ilmu yang ga sadar kita miliki hingga kita sadar ketika menerapkannya sehingga disitulah kebermanfaatan tumbuh

5. Tetaplah Merasa Lapar. Dan Tetaplah Merasa Bodoh.
Ketika kita tidak merasa puas maka kita akan terus belajar dan menggali potensi maka dari itu haruslah kita terus belajar karena mungkin kita semua pernah sakit, gagal,susah,sulit, hina bahkan nangis namun yang harus kita syukuri adalah kita masih bisa belajar agar selalu bisa mendapatkan hikmah disetiap hal yang kita lakukan di dunia ini.

"Apapun yang terjadi didalam hidup akhirnya kita akan mengambil sudut pandang sebagau belajar dan itu baik. Ia yang kuat adalah yang paling bisa bertahan terhadap kegagalan namun tetap bangun untuk berjuang"

Tidak ada komentar:

Posting Komentar