Selasa, 15 Agustus 2017

Inspiring Story " Ir. Soekarno "


Kemerdekaan ! Hmm . . . bagiku, suatu negara yang telah merdeka, tidak lah luput dari perjuangan tokoh tokoh kemerdekaan , di indonesia sendiri untuk meraih sebuah kemerdekaan bukan lah suatu hal yang muda bagi para pejuang dan tokoh tokoh kemerdekaan terdahulu, para pahlawan yang dulunya sudah memberikan hidup nya untuk membebaskan indonesia dari jajahani berbagai negara , entah apa jadinya indonesia sekarang,jika tanpa ada nya perjuangan-perjuangan dari pahlawan-pahlawan kemerdekaan dulu. Dari peristiwa kemerdekaan tersebut, saya Dwi Prantara terinspirasi oleh salah satu tokoh kemerdekaan, ialah salah satu orang yang memperjuangkan indonesia hingga saat ini, yaitu Ir. Soekarno.

Ir. Soekarno (lahir di Blitar, Jawa Timur, 6 Juni 1901 – wafat di Jakarta, 21 Juni 1970 pada umur 69 tahun) adalah Presiden Indonesia pertama yang menjabat pada periode 1945 - 1966. Ia memainkan peranan penting untuk memerdekakan bangsa Indonesia dari penjajahan Belanda. Ia adalah penggali Pancasila. Ia adalah Proklamator Kemerdekaan Indonesia (bersama dengan Mohammad Hatta) yang terjadi pada tanggal 17 Agustus 1945.

Sejak usia muda, para pemimpin bangsa sudah belajar hidup mandiri, bahkan diajarkan orangtua agar tak menjadi anak manja, atau menjadi anak rumahanyang hanya belajar. Mereka diajak keluar dari keluarga besar menghadapi berbagai tantangan. Terlibat aktif dalam berbagai organisasi kepemudaan dan bertemu tokoh-tokoh besar. Presiden pertama dan proklamator Indonesia, Ir.Soekarno misalnya, hanya tinggal sebentar dengan orangtuanya. Setelah itu ia tinggal bersama kakeknya, Raden Hardjokromo di T ulung Agung, lalu pindah ke Mojokerto supaya bisa sekolah ke Europeesche Lagere School (ELS) dan melanjutkan ke Hoogere Bugere School (HBS) di Surabaya.

Di kota buaya itu, menurut catatan sejarah, Soekarno menumpang pada pimpinan Sarekat Islam, H.O.S Tjokroaminoto, yang turut menggelorakan semangat kebangsaan dan kepemimpinannya, la kemudian mendirikan Jong Java (Pemuda Jawa) pada tahun 1918 sebelum berangkat ke Bandung menjadi mahasiswa ITB yang saat itu bernama Technische Hoge School. Di Bandung, Soekarno tinggal di kerabat HOS Tjokroaminoto yaitu Haji Sanusi yang kemudian memperkenalkannya pada tokoh-tokoh nasionalis lainnya seperti Ki Hajar Dewantara, Tjipto Mangunkusumo, dan Dr. Douwes Dekker. Interaksi inilah yang membedakan Soekarno dengan rata-rata lulusan ITB lainnya. Maka tak mengherankan, ketika lulus, Soekarno malah terlibatdalam gerakan-gerakan yang bermuara pada perjuangan merebut kemerdekaan, la, misalnya mendirikan Algemene Studie Club, lalu Partai Nasional Indonesia (PNI).

Keterlibatan Soekarno bukan tanpa resiko. Insinyur muda ini bukannya memilih bekerja pada perusahaan Belanda, malahan menjadi tahanannya, la ditangkap beberapa kali, dipenjarakan di Banceuy lalu dipindahkan ke Sukamiskin. Setelah dilepaskan, ditangkap lagi, lalu diasingkan ke Flores dan ke Bengkulu, la baru dilepaskan pada masa penjajahan Jepang (1942). Jadi, sejarah Bung Karno agak mirip dengan Nelson Mandela yang juga dipenjara sepanjang usia mudanya. Tapi apa yang membuat mereka mempunyai kesamaan adalah semangat ke bangsaannya yang tak pernah pudar, willpower-nya begitu kuat. Dimanapun mereka diasingkan, selalu saja ada yang dikerjakan.

Sayap-sayap mereka tak pernah patah atau diikatoleh belenggu apapun. Mereka fokus pada apayang mereka percayai, tak pernah mundur dalam menghadapi tantangan kehidupan. Itu sebabnya, Soekarno (bersama Bung Hatta) begitu lincah mengumandangkan kemerdekaan Indonesia dengan memanfaatkan kelemahan Jepang yang saat itu hendak menunggangi tokoh-tokoh pergerakan Indonesia. Ada yang mengatakan, saatdiasingkan ke Ende, Soekarno merasakan indahnya persahabatan dengan masyarakat Indonesia Timur. Pada saat kemerdekaan beliau sudah siap dengan Pancasila, UUD 1945, dan Dasar-dasar pemerintahan Indonesia termasuk merumuskan Naskah Proklamasi Indonesia.

Kegigihan Ir. Soekarno membangun negara kesatuan Indonesia yang terdiri dari berbagai etnik, bahasa dan tinggal dalam ribuan pulau yang dulu berada di bawah kerajaan-kerajaan lokal bukan tanpa ujian. Apalagi bangsa ini mudah dipecah belah oleh Belanda dengan politik divide etimpera. Belanda sendiri masih kembali melakukan serangkaian agresi militer. Tanpa kemampuan menyatukan bangsa untuk mengorganisasi perlawanana, sulit rasanya menyaksikan keutuhan Indonesia yang amat beragam ini.

Nilai-nilai keteladanan dari Ir.Soekarno :

1. Selalu mengutamakan musyawarah untuk mufakat.Pada saat proses perumusan Pancasila sebagai dasar negara, Soekarno dan tokoh kemerdekaan Indonesia lainnya mengadakan musyawarah untuk mencapai mufakat demi keutuhan bangsa dan negara Indonesia yang baru berdiri.

2. Meletakkan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi.Meskipun masing-masing tokoh memiliki pendapat yang berbeda-beda namun akhirnya Soekarno dan tokoh bangsa lainnya dapat menghasilkan keputusan bersama yang diterima & dilaksanakan dengan ikhlas dan penuh tanggung jawab.

3. Memiliki semangat kekeluargaan dan kebersamaan.Soekarno dan tokoh bangsa lainnya memiliki semangat kekeluargaan dan kebersamaan yang merupakan kekuatan   batin dalam merebut kemerdekaan dan menegakkan kedaulatan rakyat.

4. Berani dan rela berkorban untuk tanah air, bangsa dan negara.         Soekarno terkenal sebagai orator yang ulung. Pidato-pidato mampu membangkitkan semangat rakyat untuk berjuang merebut kemerdekaan. Dengan tuduhan menghasut rakyat untuk memberontak, pada akhir Desember 1929 Soekarno ditangkap dan dijatuhi hukuman penjara.

5. Pantang mundur dan tidak kenal menyerah, Perumusan dasar negara Indonesia merupakan hasil kerja keras yang melibatkan banyak tokoh diantaranya Soekarno. Beliau berjuang keras tanpa kenal menyerah dengan tulus ikhlas, tanpa pamrih dan penuh semangat untuk merumuskan dasar Negara.

Hal yang paling saya ingat dari Ir. Soekarno adalah kata-kata mutiara yang dapat membuat saya lebih semangat dalam belajar, yaitu :

1. “Berikan aku 1000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya, berikan aku 1 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia” . (Bung Karno).

2. “Tidak seorang pun yang menghitung-hitung: berapa untung yang kudapat nanti dari Republik ini, jikalau aku berjuang dan berkorban untuk mempertahankannya”. (Pidato HUT Proklamasi 1956 Bung Karno).

3. “Jadikan deritaku ini sebagai kesaksian, bahwa kekuasaan seorang presiden sekalipun ada batasnya. Karena kekuasaan yang langgeng hanyalah kekuasaan rakyat. Dan diatas segalanya adalah kekuasaan Tuhan Yang Maha Esa.” (Soekarno).

4. “Apabila di dalam diri seseorang masih ada rasa malu dan takut untuk berbuat suatu kebaikan, maka jaminan bagi orang tersebut adalah tidak akan bertemunya ia dengan kemajuan selangkah pun”. (Bung Karno).

5. “Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati jasa pahlawannya.” (Pidato Hari Pahlawan 10 Nop.1961).

6. “Perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah, tapi perjuanganmu akan lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri.” Bung Karno.

7. “Bangsa yang tidak percaya kepada kekuatan dirinya sebagai suatu bangsa, tidak dapat berdiri sebagai suatu bangsa yang merdeka.” (Pidato HUT Proklamasi 1963 Bung Karno).

8."Bangunlah suatu dunia di mana semua bangsa hidup dalam damai dan persaudaraan……” (Bung Karno).

9. “Kita belum hidup dalam sinar bulan purnama, kita masih hidup di masa pancaroba, tetaplah bersemangat elang rajawali “. (Pidato HUT Proklamasi, 1949 Soekarno).

10. “Janganlah mengira kita semua sudah cukup berjasa dengan segi tiga warna. Selama masih ada ratap tangis di gubuk-gubuk pekerjaan kita selesai ! Berjuanglah terus dengan mengucurkan sebanyak-banyak keringat.” (Pidato HUT Proklamasi, 1950 Bung Karno).

11. “Firman Tuhan inilah gitaku, Firman Tuhan inilah harus menjadi Gitamu : “Innallahu la yu ghoiyiru ma bikaumin, hatta yu ghoiyiru ma biamfusihim”. ” Tuhan tidak merobah nasibnya sesuatu bangsa sebelum bangsa itu merobah nasibnya” (Pidato HUT Proklamasi, 1964 Bung Karno).

12. “Janganlah melihat ke masa depan dengan mata buta! Masa yang lampau adalah berguna sekali untuk menjadi kaca bengala dari pada masa yang akan datang.” (Pidato HUT Proklamasi 1966, Soekarno).

13. “Apakah Kelemahan kita: Kelemahan kita ialah, kita kurang percaya diri kita sebagai bangsa, sehingga kita menjadi bangsa penjiplak luar negeri, kurang mempercayai satu sama lain, padahal kita ini asalnya adalah Rakyat Gotong Royong” (Pidato HUT Proklamasi, 1966 Bung Karno).

14. “Aku Lebih suka lukisan Samodra yang bergelombangnya memukul, mengebu-gebu, dari pada lukisan sawah yang adem ayem tentrem, “Kadyo siniram wayu sewindu lawase” (Pidato HUT Proklamasi 1964 Bung Karno).

15. “Laki-laki dan perempuan adalah sebagai dua sayapnya seekor burung. Jika dua sayap sama kuatnya, maka terbanglah burung itu sampai ke puncak yang setinggi-tingginya; jika patah satu dari pada dua sayap itu, maka tak dapatlah terbang burung itu sama sekali.”

16. Berikan aku 1000 anak muda maka aku akan memindahkan gunung tapi berikan aku 10 pemuda yg cinta akan tanah air maka aku akan menguncang dunia.


Dari kisah diatas, kita tahu bahwasannya Ir. Soekarno adalah sosok orang begitu menakjubkan dan patut di contoh oleh generasi penerus bangsa ini. Saya sendiri juga sangat terinspirasi oleh Ir. Soekarno dengan perjuangan nya atas negara ini, sebagai balasan nya, saya sebagai pemuda bangsa akan selalu berjuang dan bersemangat dalam belajar khususnya, untuk membela dan menjunjung tinggi bangsa ini agar kelak  menjadi bangsa yang makmur dan menjadi pembela tanah air . 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar